Nabi Dan Rasul Allah
Meskipun Nabi dan Rasul memiliki kriteria yang sama, namun terdapat perbedaan antara Nabi dan Rasul dalam hal kewajiban serta perintah dari Allah Ta'ala yang harus dijalaninya. Berikut ini adalah kriteria dari Nabi dan Rasul:
- Dipilih dan diangkat oleh Allah.
- Mendapat mandat (wahyu) dari Allah.
- Bersifat cerdas.
- Dari umat Bani Adam (Manusia).
- Nabi dan Rasul adalah seorang pria.
Seorang Nabi dan Rasul sama - sama diturunkan wahyu oleh Allah Ta'ala, namun bedanya seorang Rasul diperintahkan Allah Ta'ala untuk menyebarkan wahyu yang diberikan Allah Ta'ala kepada orang lain, sedangkan Nabi tidak, wahyu dari Allah Ta'ala cukup untuk diamalkan dirinya sendiri, dan tidak memiliki kewajiban menyebarkannya.
Oleh karena itu seorang Rasul sudah pasti seorang Nabi, namun seorang Nabi belum tentu seorang Rasul.
Mengenai jumlah Nabi di dunia, dari Abi Zar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi,
"(Jumlah para nabi itu) adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi."
Sedangkan untuk para Rasul, Nabi Rasulullah SAW bersabda dalam hadits syafaat,
bahwa manusia mendatangi Nuh lalu mereka mengatakan,”Anda adalah rasul pertama yang diutus Allah swt kepada penduduk bumi.” Ini.
Penjelasan Nabi Dan Rasul Di Dalam Ayat - Ayat Al Quran
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Artinya : “Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan.” (QS. Al Ahzab : 45)
اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Artinya : “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab : 40)
وَمَا يَأْتِيهِم مِّن نَّبِيٍّ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِؤُون
Artinya : “Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah kami utus kepada umat-umat yang terdahulu. Dan tiada seorang nabipun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.” (QS. Az Zukhruf : 6 – 7)
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ ۚ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Artinya : “Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan.” (QS. Al Baqoroh : 213)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar